Posts

NOSTALGIA

Teralis jendela ini membuatku merasa berada di ruang tamu rumah nenek, yang di sebelah jendelanya ada setapak jalan menuju sungai yang dihiasi dengan pohon pandan dan beluntas yang ditata apik. Lantai kekuningan bermotif bunga dengan nat yang menghitam, mengingatkan tempat kaki kaki kecil berlarian dan tertawa berkejaran sementara para sang dewasa duduk di kursi rotan menikmati secangkir teh dan kopi menunggu malam. Lampu gantung antik berukir berwarna putih dan hitam seakan menjadi saksi betapa hangat dan lengkapnya malam itu. Kala itu aku hanya perlu bermain bersama sepupuku, sesekali aku mendengar para dewasa berbicara dengan nada tinggi. Namun tak lama, mereka kembali tertawa, menertawakan kesialannya, menertawakan sapi yang baru dibeli ternyata tiba tiba hanyut terbawa banjir, menangisi haru saat bibiku berkata dia hamil setelah menunggu selama 12 tahun dalam perkawinannya. Malam itu, hidup memang tetap berputar dengan segala apa adanya, bahagia, sedih tetap ada, namun yang berbed...

Tentang Musim Gugur

Bangku di taman kota merangkul pelan pada tumpukan daun yang jatuh di pangkuannya..   " Apakah kamu merasa sedih ketika kamu berjatuhan seperti ini?" tanya bangku penasaran.  " Sedih sih nggak ya, untuk apa...ini fase kehidupan, lagian apa kamu tidak menyadari betapa indahnya suasana kota ketika mulai datang musim gugur, saya dan teman teman semua menguning dan banyak orang berhenti sejenak untuk menatap saya. Dan lagi, mungkin hal yang terbaik untuk saya untuk berjatuhan sebelum hawa dingin makin menjadi dan salju berjatuhan menutupi seluruh permukaan kota....brrrr" jawab si daun sambil berterbangan menggetarkan badannya. Bangku tersebut terdiam sesaat sambil bergumam, " Tapi kan itu berarti keberadaan kalian juga akan digantikan oleh tunas baru nanti yang tumbuh di musim semi? Bagaimana dengan burung burung yang bersarang di dahan kalian yang biasanya terlindungi oleh rimbunmu dan teman teman kamu?" " Mereka pasti menemukan jalannya sendiri dalam hi...